Lokasi Lokasi Utama Ibadah Haji

Menurut Bahasa Pengertian Haji adalah Menyengaja.
Sedangkan Menurut Istilah Pengertian Haji adalah suatu amal ibadah yang ditunaikan bersama dengan sengaja berkunjung ke Baitullah diMakkah bersama dengan maksud beribadah secara ikhlas mengharap keridhaan Allah bersama dengan syarat dan rukun tertentu.

Menunaikan ibadah haji adalah jalankan rukun islam yang kelima, oleh sebab itu hukumnya mesti bagi tiap tiap orang Islam sekali didalam hidup bagi yang mampu melaksanakannya dan mampu. Ibadah Haji mesti ditunaikan bersama dengan langsung bagi orang-orangyang udah memenuhi syaratnya.
Jika seseorang udah memenuhi syarat-syaratnya dan tidak langsung menunaikan ibadah Haji, maka ia berdosa sebab udah melalaikannya.

Lokasi-lokasi Utama Ibadah Haji

Makkah Al Mukaromah
Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia, Ka’bah, yang berada di pusat Masjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah jadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini saat jamaah diwajibkan jalankan tekad dan thawaf haji.

Arafah
Kota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatu tempat wukuf dilaksanakan, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah tiap tahunnya. Daerah berupa padang luas ini adalah tempat berkumpulnya lebih kurang dua juta jamaah haji dari semua dunia. Di luar musim haji, tempat ini tidak dipakai.

Muzdalifah
Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji jalankan Mabit (Bermalam) dan menghimpun bebatuan untuk jalankan ibadah jumrah di Mina.

Mina
Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan aktivitas melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim saat mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan: Jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.

Madinah
Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi. Tempat ini memang tidak masuk ke didalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari semua dunia biasanya menyempatkan diri singgah ke kota yang letaknya tidak cukup lebih 330 km (450 km lewat transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan jalankan salat di masjidnya Nabi. Lihat foto-foto keadaan dan aktivitas didalam masjid ini.

Tempat Bersejarah Ketika Ibadah Haji

Jabal Nur dan Gua Hira
Jabal Nur terletak tidak cukup lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal bersama dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-‘Alaq ayat 1-5.

Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak tidak cukup lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki sepanjang 1.5 jam. Di gunung inilah Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy saat hendak hijrah ke Madinah.

Jabal Rahmah
Yaitu tempat bertemunya Nabi Adam as dan Hawa sesudah keduanya terpisah selagi turun dari surga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnya wahyu yang paling akhir pada Nabi Muhammad saw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.

Jabal Uhud
Letaknya tidak cukup lebih 5 km dari pusat kota Madinah. Di bukit inilah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran selanjutnya gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad saw. Kecintaan Rasulullah saw pada para syuhada Uhud, membawa dampak beliau tetap menziarahinya nyaris tiap tiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud jadi keliru satu tempat penting untuk diziarahi.

Makam Baqi’Baqi’
adalah tanah kuburan untuk masyarakat sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi’, letaknya di sebelah timur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makam Utsman bin Affan ra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para kawan baik dimakamkan. Ada banyak perbedaan makam seperti di tanah suci ini bersama dengan makam yang tersedia di Indonesia, khususnya didalam hal peletakan batu nisan.

Masjid Qiblatain
Pada jaman permulaan Islam, kaum muslimin jalankan salat bersama dengan menghadap kiblat ke arah Baitul Maqdis di Yerusalem, Palestina. Pada tahun kedua H bulan Rajab pada selagi Nabi Muhammad saw jalankan salat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan sehingga kiblat salat diubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwa selanjutnya maka kelanjutannya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang artinya masjid berkiblat dua.

Artikel Terkait
Badal Haji & Travel Haji Umrah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *