Bisnis Lobster Mutiara Berkualitas

Hasil gambar untuk lobster mutiara adalah

Lobster air laut hampir mirip bentuknya bersama dengan lobster air tawar, namun ukurannya lebih besar. Jika lobster air laut ini dikembangkan cocok teknik budidaya yang tepat, bakal menjadi bisnis yang cukup prospektif. Apalagi keinginan pasar makin luas, baik di didalam negeri utamanya untuk kebutuhan restoran, catering, dan industri, maupun ekspor ke berbagai negara, andaikan Jepang, Singapura, Hongkong, dan Cina. Harganya menjadi Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per kg, dibandingkan lobster air tawar Rp150 ribu per kg. Budidaya lobster air laut kini menjadi trend di sejumlah kota,di antaranya Jakarta, Yokyakarta, dan Bali.

Pelaku budidaya lobster air laut di Yokyakarta, mengaku, mulanya dia dan teman-temannya mengupayakan lobster air tawar, namun sejak dua tahun silam mereka tertarik untuk membudidayakan lobster air laut. Alasannya tak hanya punya harga jual yang tinggi, terhitung terhitung punya kelebihan berat badan. Misalnya, satu ekor lobster air asin mirip beratnya bersama dengan dua sampai tiga ekor lobster air tawar.

Harga benih lobster mutiara pas ini raih Rp20.000/ekor, namun benih lobster pasir Rp17.000/ekor.

Berbeda bersama dengan bersama dengan suasana terhadap 2007, harganya hanya Rp3.000 sampai Rp5.000/ekor ukuran panjang tiga centimeter.

Satu orang nelayan paling sedikit dapat menjual 20 benih lobster hasil tangkapannya di didalam satu hari.

erairan laut Aceh dikenal salah satu lokasi penghasil lobster ekpor mutu paling baik di dunia, namun peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.1 Permen-KP tahun 2015 melarang ekspor bibit lobster yang tetap berukuran di bawah 200 gram. Sehingga budiya lobster di Aceh menjadi salah satu peluang bisnis nelayan yang sangat menjanjikan.

“Lobster di sejumlah lokasi perairan laut Aceh sangat banyak, namun lobster yang berukuran kecil di bawah 200 gram tidak boleh ekspor dan ditangkap di bandara oleh petugas, agar saya tertarik untuk membuat bisnis budidaya lobster,” kata Fajar (31) warga Banda Aceh kepada kompas.com, Sabtu (27/01/18).

Fajar (30) mengaku telah meniti bisnis keramba budidaya lopster bersama dengan tiga rekannya sejak tahun 2012 lalu, selama ini ia mendapat pasokan berbagai jenis bibit lobster kualtas ekspor berasal dari nelayan yang berada di Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Lamno, Calang Kabupaten Aceh Jaya bersama dengan harga biasanya Rp 25 sampai 30 ribu perekornya yang tetap berukuran 100 gram.

“Bibitnya lobster saya membeli hasil tangkapan nelayan berasal dari Pulo Aceh, Lamno dan Calang, sekali masuk 70 sampai 10 ekor, didalam sebulan ada tiga kali dikirim bibit yang tetap berukuran di bawah 200 gram,” katanya.

Setelah menjaga dan memberi pakan secara alami selama lebih dari satu bulan, Lobster hasil budidaya Fajar yang telah berukuran diatas 200 gram ini lagi dipasok ke sejumlah tempat tinggal makan dan restorant baik yang ada di Aceh maupun muncul Aceh bersama dengan harga perkilogramnya menjadi berasal dari Rp 400 sampai Rp 800 ribu.

Lobster yang saya budidaya ini jenisnya mutiara, pasir, batu, dan bambu, kebanyakan banyak keinginan pas tahun baru dan imlek, kalau hari-hari biasa yang pesan langganan tempat tinggal makan dan restoran,” jelasnya.

Dari hasil bisnis budidaya lobster yang dirintis sejak tahun 2012 selanjutnya ini , tiap tiap bulannya biasanya Fajar (31) dapat meraup beruntung menjadi berasal dari Rp 3 sampai Rp 5 juta perbulan, dikarenakan ia tetap terbatas modal untuk ongkos bibit lobster dan kebutuhan pakan alami tiap tiap harinya.

“Dulu bisnis budidaya lobster ini group kami, namun sekarang tinggal saya sendiri dikarenakan rekan saya yang lain telah lagi melaut, kesusahan kalau tidak cukup modal untuk ongkos perawatannya, kalau melaut langsung dapat uang tiap tiap hari, saya terhitung tetap terbatas modal bibit dan pakannya, satu hari sekurang-kurangnya saya mesti membeli ikan segar berasal dari nelayan untuk pakan lobster ini” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *